Munculnya lagu-lagu dangdut koplo hits dengan judul tabu menjadi sukses merupakan fenomena di masyarakat yang menasioal bahkan Internasioanal. Fenomena ini mesti dilihat dari sudut pandang luas agar pro kontra dapat diminimalisir. Tulisan ini berusaha menjawab ekspresi spacial tragedi tali kutang: kajian budaya Jawa dan etika Islam. Kajian mengambil setting kualititaif deskriftif, dengan teori semiotika Roland Barthes. Hasil kajian menunjukkan bahwa tragedi tali kutang memang terkesan tidak sopan, namun hal tersebut bagian dari startegi pemasaran suapaya bombastis, menarik dan popular. Tragedi tali kutang merupakan simbol dari pemabatalan perjodohan, namun mengandung pesan moral akan pentingnya menutup aurat dimana dalam budaya Jawa dan etika Islam adalah suatu keharusan. Hal ini sekaligus menjadi kritik sosial atas gerakan anti bra. Baik budaya Jawa maupun etika Islam dalam menyikapi pembatalan perjodohan terjadi titik temu dimana jodoh merupakan hak prerogratif Tuhan, maka menerima aturan-Nya merupakan bentuk etika terbaik. Implikasi penelitian: pentingnya penyikapan dengan pendekatan budaya dan etika terhadap fenomana viral. Kajian menyarankan bagi arah penelitian masa depan yang mendalam pada area lebih spesifik.
Copyrights © 2023