Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran yang dimainkan oleh guru bimbingan dan konseling (BK) dalam mengatasi ketidakstabilan emosional siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam kepada guru BK yang telah berpengalaman dalam menyediakan layanan bimbingan dan konseling di tingkat sekolah menengah pertama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK memiliki peran krusial dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memberikan intervensi bagi siswa yang mengalami ketidakstabilan emosional. Guru BK memiliki peran ganda sebagai pengajar dan pembimbing emosional siswa. Mereka tidak hanya memberikan bimbingan akademik tetapi juga memberikan dukungan emosional dan sosial kepada siswa yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam belajar. Selain itu, guru BK juga berperan sebagai mediator antara siswa, orang tua, dan sekolah dalam menangani masalah-masalah yang mungkin mempengaruhi kinerja belajar siswa. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru BK agar dapat melaksanakan peran mereka secara efektif. Selain itu, kerjasama antara guru BK, guru mata pelajaran, orang tua, dan pihak sekolah lainnya juga dianggap penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang dapat mengatasi ketidakstabilan emosional siswa di SMP Negeri 12 Medan.
Copyrights © 2024