Penelitian ini membahas mengapa siswa masih berusaha untuk memahami subjek Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila. Hal ini siswa masih pasif dan kurang mampu berpikir kritis, dan mengapa ada kurangnya keragaman dalam model pembelajaran, yang membuat siswa kurang terlibat dan kurang menyadari metode pengajaran guru. dari instruksi tersebut. Akibatnya, selama proses belajar, siswa secara aktif terlibat dalam berbagi cerita dengan teman sekelas mereka. Sampel penelitian ini adalah siswa yang terdiri dari 32 siswa dengan teknik sampling jenuh. Jenis Penelitian menggunakan eksperimen dan observasi sebagai dasar untuk metodologi pengumpulan data mereka. Ada ujian pilihan ganda sebagai alat. Kedua tes hipotesis dan tes normalitas digunakan dalam proses analisis data. Dengan perbedaan rata-rata 28.125 antara pre-test dan post-test, temuan penelitian ini menunjukkan bagaimana penggunaan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) mempengaruhi proses belajar. hasil pengujian data statistik menjawab hipotesis yang diusulkan sebelumnya menggunakan tes distribusi -t dengan inti t hitung> t tabel (13,528 > 2,040), ini menunjukkan bahwa paradigma pembelajaran berbasis masalah memiliki dampak pada hasil pembelajaran Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. Jika pelatihan dilakukan dengan benar sesuai dengan resume dan karakteristik pribadi mereka, model PBL akan efektif dalam meningkatkan keinginan siswa untuk belajar.
Copyrights © 2024