Asesmen Kompetensi Minimum merupakan alat untuk menilai tingkat capaian literasi membaca siswa di Indonesia dan membandingkannya melalui standar internasional. Kemampuan literasi membaca siswa dapat dilihat dari hasil asesmen kompetensi minimum literasi membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam upaya meningkatkan kemampuan asesmen kompetensi minimum literasi membaca. Dalam rangka menyiapkan siswa yang memiliki kecakapan abad ke-21, pemerintah melakukan asesmen kompetensi minimum pada tahun 2021 yang meliputi asesmen pada literasi membaca dan numerasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan diperoleh dari kepala sekolah, guru, dan siswa di sekolah dasar yang telah melaksanakan asesmen kompetensi minimum dengan metode wawancara, observasi serta dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis dari Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan asesmen kompetensi minimum literasi membaca siswa belum berjalan maksimal. Hal ini disebabkan kurangnya motivasi membaca siswa, kurangnya minat membaca siswa, kurangnya buku-buku bacaan yang disediakan sekolah. Ketika hasil asesmen kompetensi minimum literasi membaca rendah berarti pada proses pembelajaran dan kegiatan literasi membaca belum maksimal sehingga perlu evaluasi.
Copyrights © 2024