Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan motivasi berprestasi dan prestasi belajar IPAS antara yang mengikuti pembelajaran kontekstual dengan peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 1V SDN 1 Banyuning. Sampel diambil dengan cara random sampling. Data motivasi berprestasi peserta didik diukur dengan menggunakan kuesioner motivasi berprestasi. Data prestasi belajar IPAS peserta didik diukur dengan menggunakan tes prestasi belajar. Data yang terkumpul dianalisis dengan Manova. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, motivasi siswa yang belajar dengan pembelajaran kontekstual secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 6,804; p<0,05). Kedua, prestasi belajar IPAS siswa yang belajar dengan pembelajaran kontekstual secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional (F= 15,034; p<0,05). Ketiga, secara simultan motivasi dan prestasi belajar IPAS antara siswa yang belajar dengan pembelajaran kontekstual secara signifikan lebih baik daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional
Copyrights © 2024