Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program pelayanan sosial dan pembinaan anak jalanan di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, yang menghadapi peningkatan jumlah anak jalanan dari 232 pada tahun 2020 menjadi 268 pada tahun 2022. Isu ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kemiskinan, keretakan keluarga, dan kurangnya perhatian orang tua. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan informan dari Kantor Dinas Sosial, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), LSM, serta tokoh masyarakat dan agama. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih informan. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program yang dilaksanakan, termasuk pembinaan pencegahan dan rehabilitasi, belum sepenuhnya efektif. Hambatan utama meliputi Pemerintah propinsi Papua Barat Daya belum memiliki Peraturan daerah untuk mengatur anak jalanan sehingga anggaran menjadi terbatas, sumber daya manusia, dan kurangnya sarana khusus. Faktor penyebab anak jalanan termasuk kemiskinan, kurangnya pendidikan, dan penyimpangan kepribadian, dengan masalah utama adalah kurangnya perhatian orang tua akibat perceraian, perlakuan salah, dan kondisi ekonomi keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan efektivitas penanganan anak jalanan di Kota Sorong, diperlukan peningkatan perhatian multisektor, penguatan regulasi daerah, dan penambahan alokasi anggaran. Monitoring dan evaluasi program serta pengembangan grand desain yang komprehensif juga penting untuk mendukung penanganan anak jalanan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2024