Hipertensi dikenal sebagai salah satu “silent killer” yang kerap tidak disadari oleh penderitanya karena tidak bergejala. Angka kejadian pasien dengan hipertensi tidak pernah mengalami penurunan. Berbagai obat medikamentosa telah dibuat untuk penangan kasus ini. Selain itu terapi komplementer saat ini menjadi salah satu alternatif terapi yang dipergunakan oleh pasien hipertensi. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi penggunaan herbal dalam terapi komplementer pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dimana populasinya adalah masyarakat yang berdomisili di Denpasar yang menderita Hipertensi dan yang menggunakan terapi kombinasi antihipertensi (Konvensional) dan terapi Komplementer (Herbal). Sampel berjumlah 100 responden yang dikumpulkan dengan teknik Cluster random sampling Hasil: responden yang memiliki persepsi positif mengenai penggunaan obat herbal dalam terapi komplementer hipertensi adalah sebesar 65%, sedangkan yang memiliki persepsi negatif yaitu sebesar 35%, dengan penggunaan obat herbal yang paling banyak adalah buah mentimun 39%, daun seledri 30%, bawang putih 9% dan jahe 1%. Faktor sosiodemografi yang berpengaruh dalam penggunaan obat herbal adalah Pendidikan. Kesimpulan: pasien dengan hipertensi sebagian besar telah memiliki persepsi yang baik mengenai penggunaan obat herbal sebagai terapi komplementer.dan Pendidikan salah satu faktor yang mempengaruhi penggunaan obat herbal.
Copyrights © 2024