Status Resistensi merupakan kondisi yang menunjukan tingkat kemampuan populasi vektor untuk bertahan hidup untuk mentoleransi dosis insektisida.Tujuan Menganalisis status kerentanan Ae. Aegypti dengan senyawa Cypermetrin dengan menggunakan 2 metode CDC Bottle di Wilker Boombaru.Jenis penelitian Control Time Series Desain dengan metode eksperimen. Dilaksanakan dengan metode uji kerentanan CDC Bottle dengan menggunakan kelompok pembanding (Control). Jumlah nyamuk sebelum pengujian adalah sebesar 22,7 dengan standar deviasi sebesar 2, 61116.Jumlah nyamuk sebelum paparan paling sedikit sebanyak 20 ekor/botol uji sedangkan jumlah nyamuk sebelum paparan paling banyak sebanyak 25 ekor/botol uji.Jumlah nyamuk setelah paparan paling sedikit adalah 0 ekor/botol uji, sedangkan jumlah nyamuk setelah paparan paling banyak adalah sebesar 25 ekor/botol.Hasil Uji Wilcoxon menghasilkan p value sebesar 0,010.Nilai tersebut lebih kecil dari nilai alpha (α0,05),maka keputusannya adalah menolak H0. Menunjukkan bahwa senyawa Agen Kimiawi Cypermetrin masih efektif untuk pengendalian nyamuk Ae.aegypti dewasa dengan tekhnik pengasapan (Foging).Untuk menjaga efektifitas pelaksanaan pencegahan demam berdarah seperti penyemprotan (fogging). Residu dalam dan luar ruangan, sangat penting untuk mengembangkan bahan kimia baru yang memberikan alternatif untuk insektisida eksisida yang potensinya resistensi di antara populasi vektor nyamuk. Mengevaluasi kerentanan populasi liar terhadap insektisida adalah langkah penting menuju penyaringan kandidat potensial dan penempatan mereka dalam kendali pengendalian.
Copyrights © 2025