Kecemasan yang dialami oleh individu dengan gagal ginjal dapat dikaitkan dengan berbagai faktor seperti sifat kronis penyakit, prosedur perawatan yang menuntut seperti hemodialisis, dan ketidakpastian tentang masa depan. Penerapan terapi dzikir pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis telah menjadi fokus penelitian untuk mengurangi tingkat kecemasan. Metode: jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi experiment, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini mengukur Tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis. Penelitian ini dilaksanakan di Klinik gagal ginjal di kota Semarang, pasien pada bulan Juli 2024. Responden pada penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa, beragama islam, kesadaran komposmentis, dapat menulis dan membaca. Berjumlah 20 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Instrument yang digunakan adalah standar operasional prosedur terapi dzikir dari Patimah (2020) dan Kuesioner yang digunakan untuk mengukur kecemasan pada penelitian ini adalah Zung-Self Anxiety Rate Scale kuesioner tersebut adalah kuesioner baku. Penelitian ini telah dinyatakan lolos uji etik oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan Universitas Widya Husada Semarang dengan nomor 58/EC-LPPM/UWHS/VII-2024, penelitian dilakukan pada bulan Juli tahun 2024. Hasil uji statistic perbedaan rerata tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan terdapat perbedaan rerata tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai sig = 0,000 yang berarti ada pengaruh positif relaksasi dzikir terhadap kecemasan pasien GGK yang menjalani hemodialisis. Bagi layanan kesehatan dapat menawarkan pendekatan yang lebih komprehensif untuk mengatasi kesejahteraan psikologis pasien di samping perawatan medis.
Copyrights © 2025