Pengaruh Psychological Capital terhadap Kematangan Sistem Etika dan Nilai pada peserta didik SMA Negeri 1 Singaparna. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini bertujuan untuk menguji pengaruh psychological capital terhadap kematangan sistem etika dan nilai pada peserta didik SMA Negeri 1 Singaparna. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian sebanyak 424 responden. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik Insidental/Accidental Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Psychological Capital Questionnaire (PCQ) dari Luthans, Youssef, & Avolio dan Career Maturity Inventory (CMI) dari Mark L. Savickas & Erik J. Porfeli Psychological Capital lebih mengacu kepada diri individu itu sendiri dan akan menjadi apa individu tersebut ke depannya. Karena berfokus kepada siapa individu tersebut, Psychological Capital dapat mencakup pengetahuan, skill, dan pengalaman. Individu dengan Psychological Capital yang tinggi dapat bertindak dalam “kapasitas yang berbeda-beda” secara fleksibel dan adaptif agar sesuai dengan tuntutan yang ada. Adapun kematangan system etika dan nilai yang meliputi etika pergaulan persahabatan, etika pergaulan percintaan, nilai ajaran agama, nilai norma dan adat istiadat. Item pernyataan berbentuk skala likert. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan teknik statistik analisis regresi sederhana, pengolahan data dilakukan dengan bantuan program SPSS for Windows Versi 24. Hasil penelitian ini membuktikan adanya pengaruh positif dari psychological capital terhadap kematangan system etika dan nilai peserta didik. Sesuai dengan hasil uji regresi yang telah dilakukan persentase pengaruh Psyhological capital terhadap kematangan system etika dan nilai pada peserta didik SMA Negeri 1 Singaparna sebesar 0,394 atau 39.4% sedangkan 60,6% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Psyhological capital dapat membuat seseorang memiliki cara pandang masalah yang lebih luas.
Copyrights © 2022