Penelitian ini membahas perspektif Hukum Keluarga Islam mengenai dinamika peran orang tua dalam pemilihan pasangan pernikahan menurut adat Jawa, serta implikasinya terhadap perlindungan hak-hak anak. Pernikahan dalam Islam bukan hanya merupakan kontrak sosial, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang melibatkan hak-hak individu, termasuk hak untuk memilih pasangan tanpa paksaan. Di sisi lain, adat Jawa memberikan peran signifikan kepada orang tua dalam menentukan pasangan hidup anak mereka, yang sering kali bertentangan dengan prinsip dasar kebebasan memilih dalam Islam. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Hukum Keluarga Islam memandang peran orang tua dalam konteks pernikahan, serta mengeksplorasi bagaimana adat Jawa mempengaruhi keputusan pemilihan pasangan. Penelitian ini juga menelaah dampak dari pengaruh orang tua ini terhadap perlindungan hak-hak anak, termasuk hak untuk memilih pasangan, hak atas pendidikan, dan kesejahteraan umum anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketegangan antara norma agama dan adat dalam pemilihan pasangan pernikahan, yang dapat berdampak negatif terhadap hak-hak anak jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlunya harmonisasi antara Hukum Keluarga Islam dan adat Jawa untuk memastikan perlindungan hak-hak anak terpenuhi. Rekomendasi diberikan untuk menciptakan kesadaran lebih besar tentang pentingnya hak memilih pasangan dalam Islam, serta mendorong dialog antara pemangku kepentingan untuk menemukan solusi yang mengintegrasikan nilai-nilai agama dan tradisi lokal secara harmonis.
Copyrights © 2024