Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi eksistensi dan nilai-nilai tradisi Tamat Kaji yang berkembang di masyarakat Semaku Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, dokumen, dan bahan audio visual. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Hubberman; reduksi, display dan verifikasi data. Triangulasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi space. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tamat Kaji memberikan petunjuk, nasehat, dan bimbingan kehidupan sosial dan agama kepada masyarakat. Tradisi Tamat Kaji menggambarkan orang yang senantiasa berpedoman kepada al-Qur’an dalam mengarungi kehidupan bahtera rumah tangga. Sebagian besar tradisi Tamat Kaji masih eksis dengan didukung oleh faktor: ekonomi, eksistensi grup seni maulud, peran dan motivasi orangtua, dukungan kelompok ‘ngaji tradisional’ bagi anak-anak. Tradisi Tamat Kaji merupakan budaya yang digunakan sebagai media pendidikan yang mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat dan efektif digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan. Tradisi Tamat Kaji mampu menjadi media untuk menginternalisasikan pembelajaran akhlak pada masyarakat. Dalam praktiknya, tradisi Tamat Kaji menyampaikan pendidikan akhlak melalui budi pekerti nilai-nilai al-Qur’an. Lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an merupakan nasehat-nasehat yang dapat digunakan sebagai pedoman hidup, utamanya dalam kehidupan keluarga dan bermasyarakat. Meskipun diperlukan kajian mendalam, patut diduga terdapat hubungan antara jarangnya dilaksanakannya tradisi Tamat Kaji dengan semakin banyaknya alat musik organ tunggal yang dalam acara perkawinan. Sebelum ada alat hiburan musik modern organ tunggal, Tamat Kaji merupakan tradisi yang senantiasa dilakukan dalam resepsi acara perkawinan oleh masyarakat Seluma, Manak, dan Kaur.
Copyrights © 2024