Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia (SNLIK) menunjukkan tingkat literasi keuangan di Indonesia khususnya di pedesaan masih lebih rendah dibandingkan dengan perkotaan dengan presentasi masing-masing 48,43% dan 49,68%. Pemerintah pusat dan daerah membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sebagai upaya untuk memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi keuangan di daerah. Pemerintah Kabupaten Bogor merupakan pihak yang membentuk TPAKD untuk mengatasi masalah-masalah sosial dan lingkungan di wilayah tersebut salah satunya melalui dukungan terhadap Bank Sampah. Bank Sampah dianggap dapat mengatasi persoalan sampah sekaligus membantu meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Penelitian ini mencoba mengukur tingkat literasi keuangan anggota Bank Sampah Asri Mandiri yang dilengkapi dengan sikap keuangan yang sudah dimiliki sebelumnya untuk melihat sejauh mana kedua hal tersebut berpengaruh terhadap keputusan keuangan yang akan diambil. Hasil penelitian menunjukkan keputusan keuangan yang diambil oleh anggota Bank Sampah Asri Mandiri lebih dipengaruhi oleh sikap keuangan dibandingkan literasi keuangan yang dimiliki. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi para pemangku kepentingan untuk lebih memperhitungkan variabel sikap keuangan dalam perumusan kebijakan yang akan diterapkan.
Copyrights © 2024