Umroh adalah suatu ibadah yang dilakukan di tanah suci mekkah. pada pelaksana’anya harus mengedepankan sisi spiritualitas dan ruhaniyyah, namun pada praktiknya umroh menjadi trend bagi masyarakat milenial, bahkan dari penelitian sebelumnya umroh menjadi gaya hidup/lifestyle. Sehingga niat untuk membersihkan diri menjadi tergantikan dengan niat meninggikan status sosial tanpa melihat sisi ruhaniiyah. Tulisan ini menghadirkan pembahasan tentang makna umroh perspektif tasawuf Nurcholish Madjid. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan pendekatan analisis deskriptif. Tulisan ini menyimpulkan bahwa perlu bagi masyarakat ketika berangkat umroh melihat kembali niat dan tujuannya berangkat umroh dengan mengedepankan sisi sufistiknya. Melalui pandangan Neo Sufisme Cak Nur ibadah umroh bermakna meramaikan tanah haramain, meramaikan dalam konteks melakukan hal-hal yang bersifat spiritual beliau juga mendefinisaksan umroh sebagai dzikir dan ajang pendekatan diri kepada Allah dengan meninggalkan semua sifat yang tidak disukai oleh allah seperti hasud, dengki dan meninggalkan sifat keduniawinnya, akan tetapi menurut Cak Nur dalam meninggalkan sifat keduniawinnya tidak harus sampai meninggalkan interaksi kepada masyarakt karena selayaknya khalifah di bumi harus menjaga keseimbangan (Tawazun) antara kesalehan spiritual dan kesalehan sosial.
Copyrights © 2024