Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ‘arang serbuk kayu gergajian’ terhadap kuat tekan mortar, dengan perbandingan penggunaan pasir dan semen 1Pc : 4Ps, dengan suatu rangkain percobaan yang menggunakan bahan tambahan masing-masing sebesar 4%, 8%, 12% dan 18% dari berat semen. Penelitian ini menggunakan motode eksperimen di laboratorium dengan mengacu pada SNI 03-6825-2002. Arang serbuk gergajian digunakan sebagai bahan tambahan terhadap campuran semen dengan FAS 0,48 berupa sampel berbentuk kubus sebanyak 45 buah. Pengujian kuat tekan dilakukan terhadap sampel pada setiap rentan waktu (umur) 3, 7, dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan mortar yang normal (1Pc : 4Ps) setelah 28 hari adalah sebesar 115,6 kg/cm, namun dengan penambahan arang serbuk gergajian kayu sebesar 8%, nilai kuat tekannya mengalami peningktan optimum menjadi 142,8 kg/cm (atau naik sebesar 19,04%). This reaserch is aimed to discover additional value of using sawdust powder carcoal to improve ‘compressive strenght of mortar’, by application of proportional mixture 1Pc : 4 Ps, in a series of experiment with additional substance as much as 4%, 8%, 12% and 18% of cement weight consecutively.This research use an experimental method in a laboratoty referring to SNI 03-6825-2002. Sawdust powder carcoal is used as additional ingredient to cement mixture with FAS 0,48 of cube shape amongst 45 sampels. The experiment on ‘compressive strenght of mortar’ was conducted using consecutive lenght of time (age) of 3, 7, and 28 days. The result shows that ‘compressive strenght’ of a normal mortar is 115,6 kg/cm. However, with some additional substance of sawdust powder carcoal as much as 8%, its ‘compressive strenght’ reached an optimum increase into becoming 142,8 kg/cm (or an increase of 19.04%).
Copyrights © 2023