Penelitian ini menggali fenomena reproduksi kekuasaan melalui kekerasan simbolik dalam sistem pendidikan, dengan fokus pada perspektif teori sosial Pierre Bourdieu. Melalui pendekatan sosiologisnya, Bourdieu menyoroti bagaimana kekuasaan dipertahankan dan diteruskan melalui praktik-praktik simbolik dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menganalisis bagaimana pertarungan simbolik antara kelompok yang memegang kapital budaya yang dominan dengan kelompok yang memiliki kapital budaya yang lebih rendah dalam menciptakan ketidaksetaraan dalam kesempatan pendidikan. Pergulatan simbolik ini dapat terlihat dalam berbagai aspek, termasuk kurikulum, penilaian, dan norma-norma sosial di lingkungan pendidikan. Melalui pemahaman Bourdieu tentang konsep habitus, kapital budaya, dan lapangan sosial, penelitian ini merinci bagaimana reproduksi kekuasaan terjadi secara tersembunyi melalui mekanisme simbolik, seperti bahasa, gaya berpakaian, dan nilainilai budaya tertentu yang diterapkan dalam konteks pendidikan. Temuan penelitian ini dapatmemberikan wawasan yang mendalam tentang ketidaksetaraan sistemik dalam pendidikan dan menyoroti pentingnya memahami dan mengatasi kekerasan simbolik sebagai langkah awal menuju transformasi sosial yang lebih adil di bidang pendidikan.
Copyrights © 2024