Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan kesalahpahaman yang umum terjadi di kalangan siswa dengan kemampuan berpikir kritis, serta alasan yang mendasari terjadinya kesalahpahaman tersebut. Penelitian ini dilakukan di dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dan menggunakan penelitian studi kasus, serta prosedur analisis data seperti reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis yang terbatas selama mengerjakan tes menunjukkan miskonsepsi, khususnya di bidang klasifikasi, korelasi, dan teori. Selain itu, kesalahpahaman tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Siswa yang menunjukkan kemampuan berpikir kritis tingkat menengah selama mengerjakan tes mungkin mengalami kesalahpahaman, misalnya dalam bidang kategorisasi, korelasi, dan teori. Kesalahpahaman ini terutama disebabkan oleh pengaruh eksternal sebagai alasan yang mendasarinya. Siswa yang memiliki kemampuan berpikir kritis tingkat lanjut pada saat mengerjakan tes tidak mudah salah paham, melainkan salah perhitungan. Terjadinya miskonsepsi sebagian besar dipengaruhi oleh variabel eksternal. Kata Kunci: Miskonsepsi, kemampuan berpikir kritis, faktor penyebab miskonsepsi
Copyrights © 2023