Konflik antara remaja dengan orang tua bisa berdampak negatif seperti kenakalan remaja. Namun, remaja yang mampu menjaga hubungan positif dengan orang tua, salah satunya melalui Family Ritual Dinner Time, cenderung berhasil mengatasi konflik dengan cara yang konstruktif. Responden dalam penelitian ini berjumlah 235 orang dengan rentang usia 11 sampai dengan 19 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Pengambilan data menggunakan skala Family Ritual Questionnaire dan Conflict Resolution Questionnaire. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh family ritual dinner time terhadap resolusi konflik pada remaja di Bandung Raya.
Copyrights © 2024