Dakwah tidak bisa dilepaskan dari simbol-simbol yang melekat pada diri da’i termasuk dakwah yang dilakukan oleh Habib Ja’far Al-Hadar pada ruang digital. Simbol-simbol yang melekat seperti gaya pakaian, bahasa, seting tempat memiliki pengaruh terhadap persepsi mengenai dakwah dan penerimaan pesan dakwah terutama pada generasi muda. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis konten dakwah pada akun media sosial milik @husein_hadar. Analisis konten dakwah dilakukan dengan mengamati secara langsung aktifitas dakwah yang dilakukan oleh Habib Ja’far Al-Hadar pada akun tersebut. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce untuk mengkaji tentang tanda, yang mana ia menggambarkan model tanda dengan teori Triadik. Tanda merupakan konsep utama yang dikaji, dan dianalisis, dimana dalam tiap-tiap tanda memiliki makna pesan yang dimaksud. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukan makna simbol-simbol yang melekat pada diri Habib Ja’far Al-Hadar dalam aktifitas dakwah dan untuk menemukan pengaruh simbol-simbol tersebut pada penerimaan pesan dakwah yang disampaikan oleh Habib Ja’far Al-Hadar. Penelitian ini menemukan bahwa simbol yang ada dalam konten dakwah Habib Ja’far Al-Hadar merupakan bentuk dari komunikasi simbolik, yang memiliki makna pesan yang penting untuk disampaikan kepada khalayak. Makna simbol-simbol itu memberikan pengertian bahwa Islam merupakan agama rahmatan lil alamin. Lebih dari itu simbol memberikan pengertian bahwa dakwah lebih penting melihat substansi isi.
Copyrights © 2023