Petani kapulaga di Desa Kalijaya sudah bertahun-tahun membudidayakan kapulaga jenis lokal (Hibrida Dompo), meskipun demikian masih banyak petani yang memilih menjual kapulaga ke tengkulak dalam kondisi basah. Padahal penjualan biji kapulaga dalam kondisi basah menyebabkan harga jual rendah dan membuat tingkat keuntungan yang diterima petani minim. Selain itu, petani juga menghadapi keterbatasan keterampilan dalam penanganan pasca panen, lemahnya kemampuan analisis kelayakan usaha, dan keterbatasan dalam memperluas pasar. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas petani dalam penanganan dan pemasaran produk kapulaga sehingga mampu menembus pasar ekspor. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan bentuk kegiatan berupa pendampingan dan penyuluhan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa program pendampingan pemasaran mencapai keberhasilan dengan persentase sebesar 80,53% atau naik sebesar 29,04% dari sebelumnya. Hal ini berarti terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman petani pasca dilakukan kegiatan pemberdayaan. Keberhasilan juga ditunjukkan dengan adanya kesepakatan penawaran kerjasama antara petani dengan eksportir berupa Letter of Intent (LoI). Selain itu, hasil evaluasi kepuasan kegiatan menunjukkan bahwa seluruh indikator kepuasan mencapai skor rata-rata diatas 4,21 artinya semua indikator termasuk dalam kategori sangat sesuai.
Copyrights © 2024