Treadmill merupakan alat olahraga praktis untuk berjalan, berlari ditempat, serta mudah untuk pemula. Meskipun treadmill menawarkan sebagai sebuah olahraga yang praktis, penggunaannya tetap tidak terlepas dari risiko kelelahan olahraga. Kelelahan ini terjadi akibat aktivitas fisik yang berlebihan tanpa istirahat yang cukup atau karena teknik latihan yang kurang tepat. Kelelahan olahraga ditandai dengan penurunan kekuatan otot yang diakibatkan oleh tenaga yang menipis serta meningkatnya sisa metabolism tubuh, dan karbon dioksida. Kelelahan tidak hanya menyebabkan penurunan performa, tetapi juga dapat meningkatkan risiko cedera. Oleh karena itu, pengembangan sistem deteksi kelelahan berbasis teknologi menjadi sangat penting. Teknologi seperti Shimmer Electrocardiography (ECG) dan metode fuzzy mamdani dalam sistem deteksi kelelahan dapat membantu memonitor kondisi fisiologis pengguna secara lebih objektif dan memberikan peringatan dini saat tanda-tanda kelelahan mulai muncul. Shimmer mampu memonitor kondisi jantung pengguna selama berolahraga di treadmill. Sistem ini akan mengumpulkan data dan menganalisis data secara real-time, sehingga dapat memberikan feedback yang cepat dan akurat kepada pengguna. Dalam penelitian ini, pengujian dilakukan dengan tujuan evaluasi terhadapt kinerja metode yang sudah diimplementasikan yaitu fuzzy mamdani untuk deteksi kelelahan pada pengguan treadmill berbasis shimmer electrocardiography. Untuk nilai akurasi sebesar 83,33%.
Copyrights © 2024