Salah satu perkembangan teknologi informasi adalah otomatisasi tata kelola perusahaan. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan, tetapi nyatanya banyak perusahaan yang masih menerapkan sistem konvensional. Contohnya adalah PT XYZ yang masih melakukan monitoring ekspedisi kendaraan berat secara manual melalui WhatsApp. Oleh sebab itu, penulis melakukan perancangan user experience aplikasi mobile untuk membantu admin memantau progres sopir ketika melakukan ekspedisi bahan tambang. Metode yang digunakan adalah human-centered design yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan pengguna. Selain itu, penulis juga bereksperimen dengan menerapkan 2 teori UX, yaitu aesthetic usability effect law yang berfokus pada keindahan visual dan Jakob’s law yang berfokus pada familieritas pengguna. Untuk validasi, penulis melakukan pengujian usability aspek efektivitas metrik success rate, aspek efisiensi metrik time-based efficiency, dan aspek kepuasan pengguna metrik After Scenario Questionnaire (ASQ). Pengujian dilakukan kepada 6 sopir dan 6 admin dengan latar usia 20-50 tahun. Kemudian, penulis membandingkan hasil pengujian menggunakan uji statistik sample paired t-test guna mengetahui teori mana yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Untuk pengguna sopir, desain teori Jakob’s law lebih unggul dengan tingkat efektivitas 100%, efisiensi 0,237 goal/sec, dan kepuasan pengguna sebesar 6,139. Sedangkan pengguna admin, desain teori Jakob’s law juga lebih unggul dengan tingkat efektivitas 100%, efisiensi 0,332 goal/sec, dan kepuasan pengguna sebesar 6,033.
Copyrights © 2024