Di Indonesia, penderita stuttering masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat sekitar, hal tersebut bisa dilihat dari berbagai aspek diantaranya adalah ketidaktahuan, ketidaksadaran dan kurangnya pengetahuan tentang informasi stuttering. Hal tersebut yang menjadikan terjadinya suatu hal seperti ejekan atau bahkan dijadikan sebagai bahan lelucon. Terdapat berbagai alternatif untuk mengatasi gejala stuttering seperti terapi wicara, konseling dan lain sebagainya. Tetapi, hal tersebut memang belum cukup membantu untuk bisa sembuh total hingga 100 persen. Penelitian ini diharapkan nantinya bisa menjadi alternatif bagi seorang penderita stuttering untuk proses mengurangi gejala stuttering tersebut melalui beberapa fitur didalamnya. Berdasarkan permasalahan tersebut, pada penelitian ini akan dilakukan sebuah perancangan user experience untuk aplikasi pengobatan stuttering yang menggunakan metode design thinking yang berfokus pada pengalaman pengguna. Penelitian ini menghasilkan sebuah prototype rancangan aplikasi yang kemudian akan dilakukan pengujian kepada 12 responden dengan kategori penderita stuttering di ISC yang berdomisili di Provinsi Jawa Timur. Rancangan prototype desain tersebut dievaluasi menggunakan pengujian Usability Testing dan User Experience Questionnaire. Hasil pengujian usability aspek efektivitas 98,3%, aspek efisiensi 0,0763 goals/second dan aspek kepuasan 80 yang termasuk dalam kategori excellent, grade scale B, yang termasuk acceptable ranges pada system usability scale. Pada pengujian UEQ didapatkan hasil rata-rata aspek daya tarik 2,67(excellent), aspek kejelasan 2,48(excellent), aspek efisiensi 2,44(excellent), aspek ketepatan 2,08(excellent), aspek stimulasi 2,65(excellent), aspek kebaruan 2,35(excellent).
Copyrights © 2024