SMKN 5 Lhokseumawe merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan negeri yang berada di kota Lhokseumawe. Salah satu permasalahan yang terjadi di SMKN 5 berupa minimnya rasa respect atau saling menghormati dan menghargai antar sesama guru. Mayoritas guru menampilkan perilaku tidak mendengarkan ketika teman berbicara, mengungkapkan pendapat, menyepelekan pendapat sesama guru hingga tidak bersedia dinasihati walau perilaku serta perkataannya sudah tidak mencerminkan perilaku respect. Keseluruhan hal ini berdampak pada hasil kerja yang tidak maksimal dan optimal sehingga tercipta budaya kerja yang tidak kooperatif. Hal ini menjadi alasan utama untuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan mengangkat tema psikoedukasi respect pada guru di SMKN 5 Lhokseumawe. Karakter respect dimulai dari menghargai diri sendiri yang kemudian diikuti dengan menghargai orang lain. Tujuan dari pengabdian yaitu membantu guru memahami terkait respect serta pentingnya karakter respect untuk menciptakan budaya kerja kooperatif. Metode pelaksanaan yang dilakukan ialah ceramah, tanya jawab, focus group discussion serta role play berupa games. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ialah ada perbedaan tingkat pengetahuan guru terkait respect (menghargai diri sendiri dan orang lain) dari sebelum pelaksanaan psikoedukasi dengan setelah diadakan pelaksanaan psikoedukasi. Selain itu, terdapat pula hasil bahwa kegiatan psikoedukasi memberi perubahan sebesar 40% bagi guru setelah mengikuti psikoedukasi respect.
Copyrights © 2023