Suku Gayo (Aceh Tengah) kerap menarikan tarian tradisional yang dikenal dengan nama tari Saman. Tarian ini berasal dari Suku Alas (Aceh Tenggara, Blangkejeren), dan Aceh Timur. Tarian tradisional ini mendapat pengaruh dari penyebaran agama Islam yang selanjutnya meluas ke berbagai wilayah di Aceh, bahkan seluruh Indonesia. Artikel ini ditulis untuk menelaah makna yang terdapat dalam tari Saman, adapun strategi yang digunakan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Agar strategi ini berhasil maka diawali dengan melakukan penelusuran literatur, dan data sejenis dari searching di internet. Hasilnya Tari Saman sangat kaya akan nilai dan makna di setiap aspek tariannya, baik itu dari gerakan yang dilakukan penari, atribut atau kostum yang mereka kenakan, hingga syair yang dinyanyikan oleh para penarinya. Tari Saman memiliki nilai-nilai seperti nilai keagamaan, nilai sopan santun, nilai disiplin, nilai estetika, dan nilai kepahlawanan. Nilai-nilai tersebut dapat dilihat dari aspek-aspek Tari Saman seperti gerak tari, nyanyian serta syairnya. Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk menambah wawasan bagi masyarakat luas, dapat dilestarikan keberadaannya, serta dapat meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat, pelaku pariwisata, pihak pemerintah, serta untuk mengembangkan ilmu yang mengkaji kebudayaan.
Copyrights © 2024