Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat nelayan tentang pentingnya pendidikan formal dan bagaimana implikasi persepsi masyarakat nelayan tentang pentingnya pendidikan formal sehinga bisa menyikapi kondisi ekosistem mangrove. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data studi pustaka dan dokumentasi dari penelitian-penelitian terdahulu yang relepan, wawancara semi terstruktur dan observasi langsung. Temuan data dilapangan menunjukkan bahwa masyarakat nelayan di Desa Ekas Buana berdasarkan hasil wawancara didapatkan persepsi masyarakat tentang pentingnya pendidikan formal adalah pendidikan formal diketahui, dianggap, disikapi sebagai peluang mendapatkan ijazah untuk mencari kerja sebagi tenaga kerja selain menjadi pelaut. Arti pendidikan formal berupa pendewasaan pola pikir belum dirasakan oleh masyarakat karena faktor lingkungan dan pergaulan. Serta fungsi pendidikan formal yakni mengembangkan potensi masyarakat dan untuk meengelola sumberdaya alam tidak diketahuinya. Disinilah bahwa fungsi pentingnya pendidikan formal yang sesungguhnya terbentur dengan persepsi masyarakat nelayan di Desa Ekas Buana Kecamatan Jero aru yang hanya dianggap pendidikan formal hanya untuk mendapatkan ijazah, ijazah untuk mencari pekerjaan, bukan mencerdaskan untuk mencermati permasalahan dan solusi pemanfaatan dari lingkungan sekitar khususnya ekosistem mangrove yang ada. Terlihat dari bagaimana persepsi mereka terhadap keberadaan ekosistem mangrove yang ada dilingkungan tempat tinggal mereka.
Copyrights © 2024