Fenomena penggunaan kecerdasan buatan ChatGPT khususnya dalam penafsiran ayat Al-Qur'an merupakan isu baru dan menjadi sangat penting untuk dibahas, tentang bagaimana cara penggunaanya dalam penafsiran, apakah penafsirannya sesuai dengan ketentuan yang telah dirumuskan oleh para mufassir dan bagaimana seharusnya etika penggunaannya. Penelitian ini menerapkan metode normatif yang bersifat riset kepustakaan dengan fokus penelitian pada ayat ke tiga pada surah An-Nur. Dengan Penelitian ini didapatkan hasil bahwa ChatGPT merupakan kecerdasan buatan yang dilatih dengan data yang terbatas dan berfokus dalam model bahasa yang mampu menghasilkan teks bahasa alami mirip manusia. Penafsiranya sendiri tidak sesuai dengan ketentuan penafsiran yang telah ditetapkan oleh para mufassir sehingga penafsirannya terhadap ayat Al-Qur'an (An-Nur ayat 3) tidak valid dan terdapat kesalahan penomoran ayat, kekeliruan penafsiran bahkan informasi palsu. Dengan demikian pengguna ChatGPT agar lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi tersebut dalam penafsiran Al-Qur'an dan agar membandingkannya dengan penafsiran para ulama yang kompeten di bidangnya.
Copyrights © 2024