Jurnal Fatwa Hukum
Vol 7, No 3 (2024): E-Jurnal Fatwa Hukum

TANGGUNG JAWAB PENGUSAHA BENGKEL PONTIANAK TRAIL SHOP ATAS KESALAHAN SERVIS PADA PEMILIK KENDARAAN RODA DUA DI KOTA PONTIANAK

NIM. A1012181257, NAVI KURNIAWAN (Unknown)



Article Info

Publish Date
27 Jun 2024

Abstract

ABSTRAKKondisi kendaraan yang tampil lebih baik, menjadi keinginan bagi setiap pemilik kendaraan. Hal tersebut tidak terlepas dari faktor perawatan kendaraan yang harus dilakukan secara berkala. Sehingga keberadaan jasa perbaikan kendaraan yang mudah ditemui dan dengan harga suku cadang yang terjangkau semakin dibutuhkan.Akan tetapi dalam proses perbaikan sering terjadi kesalahan yang dilakukan oleh pihak bengkel, sehingga merugikan pemilik kendaraan di mana kondisi kendaraan yang diperbaiki tidak sesuai dengan kondisi yang diharapkan.Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan pengusahaTrail Shop belumbertanggung jawab terhadap kesalahan rervis pada pemilik kendaraan roda dua di kota Pontianak.Tujuan dalam penelitian ini ialah Untuk mendapatkan data dan informasi mengenaipelaksanaan perjanjian jasa servis kendaraan bermotor.Untuk mengungkap faktor penyebab pengusaha Bengkel Trail Shop belum bertanggung jawab atas terjadinya kesalahan servis. Untuk mengungkapkan akibat hukum bagi pengusaha Bengkel Trail Shopyang belum bertanggung jawab atas terjadinya servis kendaraan bermotor roda dua. Untuk mengungkapkan upaya pemilik kendaraan bermotor roda dua yang mengalami kesalahan servis dari pengusaha Bengkel Trail Shop.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Hukum Empiris dengan pendekatan Deskriptif Analisis, yaitu dengan menggambarkan serta menganalisa keadaan yang sebenarnya yang terjadi pada saat penelitian ini dilakukan, kemudian langkah selanjutnya adalah menganalisa semua fakta tersebut guna untuk memperoleh suatu kesimpulan. Sedangkan teknik dan alat pengumpul data adalah dengan komunikasi langsung dan tidak langsung serta dengan populasi dan sampel.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat diketahui bahwa perjanjian servis yang terjadi dan telah disepakati antara pihak pengusaha jasa servis kendaraan bermotor atau bengkel, dengan pihak pemilik kendaraan bermotor hanya dilakukan secara lisan. Namun dalam pelaksanaan perjanjian mengalami kesalahan servis yang kurang memuaskan. Faktor penyebab pihak bengkel Trail Shop lalai dalam melakukan servis, karena masih ada karyawan yang kurang profesional. Akibat hukum pengusaha bengkel Trail Shop belum bertanggung jawab atas kelalaian yang dilakukannya,maka pemilik kendaraan menuntut untuk dilakukan servis ulang atau ganti rugi. Adapun upaya yang dilakukan pemilik kendaraan atas kerugian yang dialami akibat kesalahan servis atau kelalaian pihak bengkel, pemilik kendaraan hanya melakukan penyelesaian secara kekeluargaan.Key Words: Perjanjian Jasa, Tanggung Jawab Pengusaha, Wanprestasi.      ABSTRACT  A better looking vehicle condition is the desire of every vehicle owner. This cannot be separated from the vehicle maintenance factor which must be carried out regularly. So the existence of vehicle repair services that are easy to find and with affordable spare parts prices is increasingly needed. However, in the repair process errors are often made by the repair shop, resulting in losses for vehicle owners where the condition of the vehicle being repaired does not match the expected condition. The formulation of the problem in this research is to find out what factors cause Trail Shop entrepreneurs not to be responsible for service errors among two-wheeled vehicle owners in the city of Pontianak. The aim of this research is to obtain data and information regarding the implementation of motor vehicle service agreements. To reveal the causal factors of entrepreneurs The Trail Shop workshop is not responsible for service errors. To reveal the legal consequences for Trail Shop Workshop entrepreneurs who are not responsible for servicing two-wheeled motorized vehicles. To reveal the efforts of two-wheeled motorized vehicle owners who experienced service errors from Trail Shop Workshop entrepreneurs.The method used in this research is the Empirical Legal Research Method with a Descriptive Analysis approach, namely by describing and analyzing the actual situation that occurred when this research was carried out, then the next step is to analyze all these facts in order to reach a conclusion. Meanwhile, data collection techniques and tools are direct and indirect communication as well as with the population and sample.The results obtained from this research show that the service agreement that occurred and was agreed upon between the motor vehicle service entrepreneur or repair shop and the motor vehicle owner was only made verbally. However, during the implementation of the agreement, there was an unsatisfactory service error. The reason why the Trail Shop repair shop is negligent in carrying out services is because there are still employees who are less than professional. As a legal consequence, the Trail Shop repair shop operator is not yet responsible for his negligence, so the vehicle owner demands re-service or compensation. As for the efforts made by the vehicle owner for losses suffered due to service errors or negligence on the part of the repair shop, the vehicle owner only makes amicable settlements.  Keywords : Service Agreement, Entrepreneur's Responsibility, Default

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...