Abstract Rape culture is a sociological term to describe a culture that normalizes sexual violence that occurs in society. The background of the author's interest in making this jurnal is the results of preliminary observations made by the author in Ketapang district, where mild harassment such as cat calling still often occurs and the community aligns it. As well as teenage promiscuity, as evidenced by the high number of underage teenage marriages. This research is exploratory, namely research conducted on knowledge that is still new, there are still no theories or no information about the norms that regulate it or even if there is relatively little. The results of the research conducted by the author show that there are several main factors that encourage this culture, namely: Misunderstanding in religion, the use of social media that is less supervised and the wrong culture such as the culture of hospitality that permits cat calling and patriarchal culture. This explains that traditional gender roles are also not spared and the cause. Keywords: rape culture, patriarchy, teenage promiscuity, cat calling Abstrak Budaya perkosaan adalah istilah sosiologi untuk menggambarkan suatu budaya yang mewajarkan kekerasan seksual yang terjadi di dalam masyarakat. Yang melatar belakangi penulis penulis tertarik untuk membuat jurnal ini adalah hasil pengamatan awal yang penulis lakukan di kabupaten Ketapang, dimana masih sering terjadi pelecehan ringan seperti cat calling dan masyarakat mewajarkan hal itu. Serta pergaulan remaja yang cenderung bebas, yang dibuktikan dengan tingginya angka pernikahan remaja di bawah umur. Penelitian ini bersifat Eksploratif yaitu pelitian yang dilakukan terhadap pengetahuan yang masih baru, masih belum adanya teori-teori atau belum adanya informasi tentang norma- norma yang mengatur hal tersebut atau kalaupun sudah ada relatif sedikit. Hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukkan ada beberapa faktor utama yang mendorong terjadinya budaya ini yaitu : Kesalah pahaman dalam beragama, Penggunaan media sosial yang kurang diawasi dan Budaya yang salah seperti budaya ramah tamah yang mewajarkan cat calling dan budaya patriarki. Hal ini menjelaskan bahwa peran gender secara tradisional juga tidak luput dan penyebabnya. Kata Kunci: rape culture, patriarki, pergaulan bebas remaja, cat calling
Copyrights © 2024