Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis secara mendalam berbagai faktor yang berkontribusi terhadap belum optimalnya penegakan hukum pidana terhadap penggunaan mobil barang untuk mengangkut orang di Kabupaten Mempawah. Analisis ini bertujuan untuk memahami akar permasalahan dan menemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas penegakan hukum di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan perundang-undangan dan metode pengumpulan data yang terdiri dari studi kepustakaan dan wawancara mendalam dengan para informan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik evaluasi, seperti tepat atau tidak tepat, setuju atau tidak setuju, benar atau salah, dan sah atau tidak sah. Teknik evaluasi ini diterapkan terhadap berbagai pandangan, proposisi, pernyataan, rumusan norma, dan keputusan yang ditemukan dalam bahan primer dan bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan belum optimalnya penegakan hukum adalah sanksi yang ringan, kurangnya edukasi dan sosialisasi, minimnya kualitas dan kuantitas angkutan umum, serta faktor biaya. Faktor lain adalah budaya gotong royong yang kuat di masyarakat Mempawah. Teori menenggang dari Soetandyo Wignjosoebroto dapat diterapkan dalam kasus ini. Penegakan hukum perlu dilakukan secara adil dan proporsional dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Solusi yang komprehensif dari berbagai pihak, seperti penyediaan transportasi yang memadai, edukasi dan sosialisasi, serta penegakan hukum yang efektif, diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini. Kata Kunci: Penegakan hukum, mobil barang mengangkut orang, Kabupaten Mempawah. Abstract This research aims to thoroughly analyze the various factors contributing to the suboptimal enforcement of criminal law against the use of goods vehicles for passenger transport in Mempawah Regency. The analysis aims to understand the root causes of the problem and find appropriate solutions to improve law enforcement effectiveness in the region. The research method used is the legal approach and the data collection method consists of literature studies and in-depth interviews with informants. The data obtained is analyzed using evaluation techniques, such as appropriate or inappropriate, agree or disagree, true or false, and valid or invalid. This evaluation technique is applied to various views, propositions, statements, norm formulations, and decisions found in primary and secondary legal materials. The research results show that the factors causing suboptimal law enforcement are light sanctions, lack of education and socialization, poor quality and quantity of public transportation, and cost factors. Another factor is the strong culture of gotong royong (mutual cooperation) in Mempawah society. Soetandyo Wignjosoebroto's theory of forbearance can be applied in this case. Law enforcement needs to be carried out fairly and proportionally, considering the needs of the community. A comprehensive solution from various parties, such as providing adequate transportation, education and socialization, and effective law enforcement, is needed to overcome this problem. Keywords: Law enforcement, goods vehicles carrying passengers, Mempawah Regency.
Copyrights © 2024