Abstract In the implementation of the law does not always match what should be (Das Sollen) and what is actually (Das Sein). This can be seen from the remaining action of judge. To that end, given that Indonesia is a legal state where everything should be legally, then against this deviant action shall be enforced. The problem in this study is "Why law enforcement at the investigation level of the right of the judge of the escape (Eigenrichting) in Pontianak City is not optimal?". This research is descriptive research. The method of this study involves field surveys, namely interviews with Investigator Rescrim of Polresta Pontianak and several related informants that meet the criteria, and analyze data already in. From the results of this study indicate that the factor that causes the implementation of the implementation of the law of the judgment of the primary judge (eigenrichting) at the investigation level is because law enforcement officials, especially police feel doubt and the act of main judge (eigenrichting) is a phenomenon that describes a reality of how the community in enforce the law, especially against the perpetrators of the captured acts.Keywords: Law Enforcement; Investigation; Eigenrichting Abstrak Dalam implementasinya hukum tidak selalu sesuai dengan apa yang seharusnya (das sollen) dan apa yang sebenarnya (das sein). Hal ini dapat dilihat dari masih terjadinya tindakan main hakim sendiri. Untuk itu, mengingat bahwa Indonesia adalah negara hukum yang mana segala sesuatunya harus berdasarkan hukum, maka terhadap tindakan yang menyimpang ini harus ditegakkan hukumnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah "Mengapa penegakan hukum di tingkat penyidikan terhadap pelaku main hakim sendiri (eigenrichting) di Kota Pontianak belum optimal?". Penelitian ini bersifat penelitian deskriptif. Metode penelitian ini melibatkan survei lapangan, yaitu wawancara dengan Penyidik Reskrim Polresta Pontianak dan beberapa informan terkait yang memenuhi kriteria, serta menganalisis data yang sudah di dapat. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang menyebabkan belum dilaksanakan secara optimal penegakan hukum main hakim sendiri (eigenrichting) di tingkat penyidikan adalah karena aparat penegak hukum khususnya polisi merasa ragu dan tindakan main hakim sendiri (eigenrichting) adalah fenomena yang menggambarkan suatu realita bagaimana masyarakat dalam menegakan hukum, terutama terhadap pelaku tindak pidana yang tertangkap tangan.Kata Kunci: Penegakan Hukum; Penyidikan; Main Hakim Sendiri
Copyrights © 2024