Studi ini menunjukkan bahwa manipulatif matematika interaktif sangat penting untuk mengajar siswa tunarungu matematika. Penekanan juga menekankan betapa pentingnya ini dalam lingkungan pembelajaran kolaboratif dan studi matematika independen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif seperti angket, wawancara, dan lembar observasi untuk mendapatkan pengetahuan lengkap tentang berbagai kebutuhan dan preferensi pembelajar tunarungu dan guru matematika. Aspek interaktif dari alat-alat ini memungkinkan berbagi metode, berbicara tentang jawaban, dan meningkatkan pengetahuan matematika dalam kelompok. Alat peraga juga mendorong keterlibatan sosial dan kognitif, yang penting untuk pengalaman belajar yang lebih luas bagi siswa tunarungu. Hasil khusus menunjukkan bahwa manual pengajaran yang lengkap, termasuk video bahasa isyarat yang dapat diakses melalui CD atau kode QR, diperlukan untuk meningkatkan pembelajaran berurutan dan penerapan fungsional. Metode berpusat siswa ini sejalan dengan pedoman kurikuler saat ini, yang menekankan kolaborasi dan inklusi. Alat peraga digabungkan dengnan video bahasa isyarat ke dalam materi pelajaran akan meningkatkan pembelajaran kooperatif dan inklusif. Ini juga akan mendorong kolaborasi dengan teman sejawat dan dalam berbagai situasi pembelajaran. Secara keseluruhan, penggunaan alat peraga tidak hanya berfokus pada kebutuhan pembelajaran saat ini, tetapi juga meletakkan dasar untuk keberhasilan akademik dalam jangka panjang dengan meningkatkan kemampuan di luar matematika dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mudah diakses bagi siswa tunarungu.
Copyrights © 2024