Kelompok masyarakat tertentu menganggap bahwa penghormatan kepada para leluhur sebagai tindakan berhala, kepercayaan sia-sia, dan takhayul. Selain itu, masyarakat yang mempraktikkan ritus penghormatan kepada para leluhur juga belum memahami bahwa ritus tersebut tidak bertentangan dengan iman Kristen. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang praktik penghormatan kepada para leluhur dalam ritus bau lolon pada masyarakat Lamaholot di Flores Timur dan membandingkannya dengan devosi kepada para kudus dalam Gereja Katolik. Dalam tulisan ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Selain menggunakan teknik wawancara, penulis juga membuat studi kepustakaan. Penulis mencari dan membaca literatur-literatur yang berkaitan dengan tema tulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghormatan kepada para leluhur memiliki hubungan dengan penghormatan Gereja kepada para kudus. Dalam ritus bau lolon, masyarakat Lamaholot menyatakan rasa hormat kepada para leluhur dengan memberikan sesajian dan mengungkapkan doa. Hal ini dilakukan karena para leluhur dianggap sangat berjasa dalam kehidupan masyarakat. Sementara itu dalam devosi, para kudus dihormati karena mempunyai kualitas-kualitas hidup yang lebih unggul dari manusia biasa lainnya. Karena sejalan dengan ajaran iman Kristen, maka praktik penghormatan kepada para leluhur dalam ritus bau lolon yang dipraktikkan oleh masyarakat Lamaholot bukanlah tindakan berhala, takhayul dan kepercayaan yang sia-sia
Copyrights © 2024