Mensinergikan nilai – nilai islam dalam dunia pendidikan penting dilakukan untuk menciptakan karakter siswa yang Islami baik secara mental maupun spiritual. Salah satunya dengan cara meng-integrasikan konsep-konsep tasawuf kedalam kurikulum pendidikan agama islam. Dalam konteks konsep tasawuf yang berkaca pada ulama lokal, salah satunya adalah Quraish Shihab, perlu kiranya meng-itegrasikan kosepnya dalam pendidikan, terutama ketika konsep tersebut berakar pada ajaran tradisi Islam. Dalam Penelitian ini mengeksplorasi integrasi konsep tasawuf, khususnya zuhud dan tawakal menurut pemikiran Quraish Shihab, dalam pendidikan agama Islam. Zuhud, sebagai sikap hidup sederhana dan tidak tergantung pada materi, serta tawakal, yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan setelah berusaha, adalah dua konsep utama dalam tasawuf yang penting untuk pengembangan spiritual. Quraish Shihab, melalui berbagai karya dan interpretasinya, menawarkan pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana kedua konsep ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, mencakup analisis teks-teks Quraish Shihab dan implementasinya dalam kurikulum pendidikan agama Islam. Penelitian menunjukkan bahwa integrasi konsep zuhud dan tawakal dalam pendidikan agama Islam sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral pada siswa.Dengan mengajarkan siswa tentang pentingnya kesederhanaan, keterikatan, dan kepercayaan kepada Allah, pendidikan dapat membentuk karakter yang seimbang dan bermakna, yang menjamin keberhasilan di dunia dan akhirat. Ajaran Zuhud dan Tawakkal memberikan landasan yang kuat bagi para siswa untuk menghadapi tantangan hidup dengan sikap positif dan ketekunan, yang pada akhirnya mengarah pada kehidupan yang holistik dan memuaskan
Copyrights © 2024