Tana toraja merupakan salah satu daerah dengan mayoritas memeluk agama Kristen terbesar di Sulawesi Selatan. Agama Kristen masuk tahun 1913 dan berkembang bersamaan dengan kepercayaan lokal seperti aluk to dolo hingga berkembang seperti sekarang ini. Sejak tahun 1970an Toraja telah berkembang menjadi sebuah daerah wisata etnik atau agro wisata yang banyak dikenal tidak hanya di dalam negeri tetapi hingga mancanegara. Bersamaan dengan hal tersebut, penelitian ini mengkaji bagaimana proses berkembang dan bertahannya Tana Toraja sebagai sebuah daerah wisata etnik menjadi daerah wisata religi ditengah dominasi agama Kristen, adat dan budaya leluhur yang mereka pertahankan serta laksanakan. Untuk mengkaji tulisan ini, penulis menggunakan metode kajian literatur dengan sumber sekunder berupa buku-buku, essai atau jurnal yang berkaitan dengan judul atau tema. Selain itu penggunaan Teknik meta-analisis digunakan dalam menganalisis kembali sumber primer yang di dapatkan sehingga penulis dapat menghubngkan variable yang ada dengan lebih baik. Metode sejarah seperti heuristik, verifikasi sumber dan interpretasi juga digunakan dalam tulisan ini. Dari penelitian ini penulis mendapatkan kesimpulan bahwa kunjungan wisata adat yang mulai berkembang sejak tahun 1970an yang dilakukan oleh para wisatawan tersirat wisata religi. Hal ini berdasarkan dari pariwisata yang ditawarkan oleh Tana Toraja seperti rumah adat, makam dan acara adat. Kunjungan para wisatawan ke Tana Toraja dengan tujuan untuk menikmati wisata adat seperti rumah Tongkonan yang merupakan rumah adat masyaratat Tana Toraja, kuburan batu hingga menghadiri upacara Rambu Solo merupakan bagian dari agama asli atau agama lokal yang dianut oleh masyarakat Tana Toraja. Agama lokal tersebut yaitu, Aluk Todolo. Disamping agama lokal, agama samawi seperti Kristen yang menjadi agama mayoritas juga memberikan pandangan bahwa Taa Toraja sarat akan wisata religi. Hingga pada tahun 2015 telah diresmikan patung Yesus Kristus yang terletak Buntu Bunake dan pembangunan patung tersebut menambah khasanah wisata religi di Tana Toraja.
Copyrights © 2024