Domestic violence is a social problem that has a devastating impact not only on the individuals involved but also on the family and society as a whole. In this context, a pastoral approach provides a holistic and love-oriented solution to assist the recovery process for victims of violence. The purpose of this study is to explore the role of pastoral counseling in assisting the healing and reconciliation process for victims of domestic violence, with an emphasis on the love aspect of the pastoral approach. This research used a qualitative descriptive method by analyzing literature and case studies to strengthen the understanding of pastoral efforts in addressing this issue. The results show that a pastoral approach that prioritizes love can create a safe environment for victims to overcome trauma and recover. Pastoral counseling sensitive to Biblical values and norms in spiritual morality provides a strong foundation in the healing process. In addition, a loving approach in pastoral counseling promotes reconciliation and transformation, helping victims and abusers to form healthier relationships in the context of family and society. This article emphasizes the importance of the care effort in pastoral counseling, highlighting the need for deep concern and empathy towards victims of domestic violence, as well as an emphasis on the love approach as a critical foundation in facilitating the healing process. Abstrak Kekerasan rumah tangga menjadi sebuah permasalahan sosial yang memiliki dampak yang merusak, tidak hanya terhadap individu yang terlibat, tetapi juga terhadap keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam konteks ini, pendekatan pastoral memberikan solusi yang menyeluruh dan berorientasi pada cinta untuk membantu proses pemulihan bagi korban kekerasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran konseling pastoral dalam membantu proses penyembuhan dan rekonsiliasi bagi korban kekerasan rumah tangga, dengan penekanan pada aspek kasih dalam pendekatan pastoral. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menganalisis literatur dan studi kasus untuk memperkuat pemahaman tentang upaya pastoral dalam menangani permasalahan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pastoral yang mengutamakan kasih mampu menciptakan lingkungan yang aman bagi korban untuk mengatasi trauma dan memulihkan diri. Konseling pastoral yang sensitif terhadap nilai-nilai alkitabiah dan norma dalam moralitas spiritual memberikan fondasi yang kuat dalam proses penyembuhan. Selain itu, pendekatan kasih dalam konseling pastoral mendorong rekonsiliasi dan transformasi, membantu korban dan pelaku kekerasan untuk membentuk hubungan yang lebih sehat dalam konteks keluarga dan masyarakat. Artikel ini menekankan pentingnya upaya kepedulian dalam konseling pastoral, yang menyoroti perlunya perhatian yang mendalam dan empati terhadap korban kekerasan rumah tangga, serta penekanan pada pendekatan kasih sebagai landasan utama dalam memfasilitasi proses penyembuhan.
Copyrights © 2024