Gangguan atau pemadaman pada jaringan distribusi tenaga listrik berpengaruh pada terganggunya kontinuitas pelayanan dan jumlah energi listrik yang dapat terjual ke konsumen tenaga listrik. Untuk mengukur keandalan suatu jaringan distribusi dapat digunakan indeks keandalan sistem salah satunya angka SAIDI (system average interruption duration index) dan SAIFI (system average interuption frequency index). Penentuan lokasi SAIDI penempatan alat proteksi seperti recloser dan sectionalizer memengaruhi nilai kedua indeks keandalan tersebut. Studi kasus penempatan recloser dan sectionalizer yang optimal pada penyulang WNI10 ini menggunakan metode reliability assessment kemudian dilakukan perbandingan nilai SAIDI/SAIFI dari hasil simulasi jaringan distribusi pada tiap perpindahan lokasi penempatan recloser. Untuk mendapatkan nilai SAIDI dan SAIFI diperlukan parameter berupa data rate of failure (λ), time to repair (U), dan jumlah pelanggan (N). Selain itu, untuk data jaringan diperlukan besar beban tiap section dan panjang section. Perbandingan nilai SAIDI/SAIFI akan dicari nilai terkecil pada tiap perubahan penempatan recloser dan sectionalizer tersebut sehingga dapat meningkatkan keandalan jaringan pada penyulang WNI10. Setelah perubahan posisi alat proteksi, indeks keandalan penyulang Wonogiri 10 menjadi sebesar 26,48 jam/tahun (SAIDI) dan 8,73 padam/tahun (SAIFI).
Copyrights © 2024