Wasting adalah kondisi diaman badan anak menurun, sangat kurang bahkan di bawah garis normal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh pendamping makanan tambahan terhadap peningkatan atau kenaikan berat badan pada balita. Jenis penelitian berupa Quasi Eksperimen dengan pendekatan Case Control. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita wasting di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pringsewu Lampung. Analisa yang digunakan ialah analisa Univariat dan Bivariat dengan uji T-Test. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat perbedaan berat badan balita wasting yang telah diberikan makanan pendamping, hasil uji T-Paired pada berat badan sebelum intervensi ialah 9.5 Kg dengan standar deviasi 0,264 > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikasn dengan rata-rata hasil penimbangan berat badan balita antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi. Sehingga berdasarkan hasil penelitian didapatkan tidak ada pengaruh pemberian makanan pendamping berbahan kurma, habatussaudan dan madu terhadap perbedaan rata-rata berat badan balita. Oleh sebab itu peneliti berharap untuk penelitian selanjutnya dapat lebih spesifik dalam inovasi ini dengan minimal 90 hari atau lebih.
Copyrights © 2024