Kalam tidak semata-mata terkait dengan diskusi normatif teoritis yang menghasilkan posisi defensif perspektif non-selaras, melainkan mencakup seperangkat prinsip atau nilai yang memiliki potensi untuk memberdayakan individu dalam memahami kesulitan kehidupan nyata. Wacana seputar dimensi kalam berkembang, karena dipengaruhi tidak hanya oleh pemahaman agama tetapi juga oleh struktur sosial yang mencakup kehidupan individu, seperti rasa aman, hambatan komunikasi, kendala keuangan, dan kepercayaan diri. Terbukti, perilaku ekonomi pedagang kaki lima di pasar Barung-barung Balantai berfungsi sebagai manifestasi dari pemanfaatan dimensi kalam, yang memandu upaya mereka untuk membebaskan diri dari kendala kemiskinan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan persoalan kalam diaktualisasikan dalam kegiatan ekonomi pedagang muslim di pasar Barung-barung Balantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didasarkan pada asumsi bahwa sikap atau dimensiĀ ilmu kalam tidak hanya dipengaruhi oleh faktor faham keagamaan semata, melainkan dipengaruhi pula oleh strukturĀ yang mengitari kehidupan pedagang kaki lima, yang terdiri dari implikasi nilai dimensi kalam dalam etos dagang, fatalisme sebagai konsekuensi ikhtiar, iman dan amal dalam etos kesadaran keakhiratan. Aktivitas PKL di pasar Barung-barung Balantai menjadi objek dalam melihat dimensi kalam dalam keragaman etos dagang pedagang kaki lima.
Copyrights © 2024