Hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program Raskin menyatakan lemahnya pengawasan dan kontrol membuat kinerja mitra kerja Bulog ikut melemah sehingga berakibat terhadap proses penyaluran raskin. Keterlambatan pengiriman barang dan kuantitas kontrak yang tidak terpenuhi oleh mitra kerja diduga berpengaruh pada proses bisnis yang ada di Bulog, dimana penyaluran raskin merupakan salah satu proses bisnis utamanya. Analisis diperlukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh faktor kinerja mitra kerja terhadap suplai raskin sehingga mampu memberikan rekomendasi tindakan yang tepat pada level manajerial Bulog. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan metode regresi berganda yang dikembangkan dengan metode path analysis dengan lima variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas merepresentasikan kinerja mitra kerja yang mencakup faktor pemenuhan kuantitas beras berdasarkan kualitas atau LHPK, kuantitas realisasi tahun sebelumnya, kontribusi mitra kerja terhadap target, kapasitas produksi, dan pemenuhan hari kontrak oleh mitra kerja. Sedangkan variabel terikat dari penelitian ini ialah suplai raskin. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja mitra kerja secara keseluruhan memiliki pengaruh positif terhadap kontribusi mitra kerja dalam memenuhi target Raskin. Pengaruh terbesar terdapat pada saat jumlah realisasi mitra kerja sama dengan target. LHPK yang diterima juga memiliki pengaruh terbesar terhadap kinerja mitra kerja, jumlah realisasi dan penetapan target mitra kerja.
Copyrights © 2024