Meningkatnya cedera yang dialami atlet futsal disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang cedera serta pencegahan terjadinya risiko cedera. Upaya yang dapat dilakukan pelatih adalah dengan melakukan tes skrining terhadap atlet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat risiko cedera pada atlet futsal dengan menggunakan metode Functional Movement Screening (FMS). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional yang berfokus pada satu variabel (single variabel) yaitu mengukur tingkat risiko cedera. Dengan sampel atlet futsal SMAN 5 Cilegon dengan menggunakan teknik total sampling. Data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif persentase berdasarkan penerapan metode Functional Movement Screening (FMS). Hasil penelitian dengan jumlah sampel 20 atlet mempunyai rata-rata skor FMS 15,8 dan diperoleh skor minimal 14, maksimal 21, pada rentang skor 15-17, standar deviasi (SD) 1,64. Dari hasil penelitian dan pembahasan peneliti dapat menyimpulkan bahwa penerapan metode Functional Movement Screening (FMS) dapat membantu pelatih dalam menentukan tingkat risiko cedera pada atlet futsal di SMAN 5 Cilegon.
Copyrights © 2024