Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menangani kasus anak putus sekolah tingkat SMP di Kabupaten Sorong. Fenomena putus sekolah merupakan masalah serius yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia dan perkembangan sosial ekonomi di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki beberapa program dan kebijakan yang bertujuan untuk mengurangi angka putus sekolah, seperti program beasiswa, penyuluhan kepada orang tua, dan peningkatan aksesibilitas pendidikan. Namun, masih terdapat tantangan dalam implementasi program tersebut, termasuk kurangnya sosialisasi, keterbatasan anggaran, dan faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi keputusan orang tua. Penelitian ini merekomendasikan perlunya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pendidikan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Dengan demikian, diharapkan angka putus sekolah di Kabupaten Sorong dapat berkurang secara signifikan
Copyrights © 2024