Penelitian ini berfokus pada fenomena “Sosmedika Mom” sebagai bentuk transformasi dalam pengasuhan anak di era digital serta mengevaluasi dampak penggunaan media sosial terhadap pengasuhan ibu-ibu modern. Fenomena ini mencerminkan bagaimana ibu-ibu yang aktif di media sosial menggunakan platform digital untuk mencari informasi, berbagi pengalaman, dan mendapatkan dukungan dalam pengasuhan anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan penelitian kualitatif. Data diperoleh dari buku-buku dan jurnal yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan teori dependensi media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa “Sosmedika Mom” telah mengubah cara ibu-ibu mengasuh anak dengan media sosial sebagai sumber utama informasi. Ibu-ibu ini mengalami tekanan sosial untuk memenuhi standar pengasuhan yang ideal, yang sering kali menyebabkan perasaan tidak cukup baik dan menurunkan rasa percaya diri. Ketergantungan pada media sosial juga mengurangi kualitas interaksi langsung dengan anak. Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial mempengaruhi sikap dan perilaku ibu-ibu secara signifikan, dengan dampak positif seperti akses informasi dan dukungan komunitas, serta dampak negatif seperti tekanan sosial dan kesehatan mental yang terpengaruh. Pada dasarnya, penelitian ini mengungkapkan pentingnya literasi digital yang kritis bagi ibu-ibu modern dalam memanfaatkan media sosial secara bijak. Diperlukan edukasi digital, dukungan keluarga, dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan ibu dan anak untuk mengatasi dampak negatif dari fenomena “Sosmedika Mom”. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang peran media sosial dalam pengasuhan modern dan menawarkan rekomendasi praktis untuk optimisasi penggunaan media sosial demi kesejahteraan ibu dan anak.
Copyrights © 2024