Penelitian ini bertujuan mengungkapkan pergeseran kata sapaan yang digunakan oleh generasi milenial Papua di Kota Enarotali ditinjau dari ranah kekeluargaan; ranah ketetanggaan; ranah kerja; dan mengungkapkan faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran kata sapaan yang digunakan oleh generasi milenial Papua di Kota Enarotali dari ranah kekeluargaan, ketetanggaan dan masyarakat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif, Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik Simak, teknik rekam dan teknik catat. Data penelitian ini adalah sapaan oleh generasi milenial Papua di Kota Enarotali. Sumber data yaitu masyarakat Papua di Kota Enarotali. Hasil penelitian menunjukkan; ada tiga bentuk kata sapaan yaitu, bentuk sapaan hormat, sapaan biasa, sapaan kasar. Pertama, pergeseran bentuk kata sapaan hormat oleh generasi milenial Papua di Kota Enarotali dalam ranah kekeluargaan, kata sapaan yang bergeser yaitu tete’, nene’, pace’, mace’, papa ade’, mama ade’, kaka’, ade’. Kedua, pergeseran kata sapaan ranah ditinjau dari ketetanggaan terdapat kata sapaan hormat meliputi paitua, maitua, papa ade’, mama ade’, kata sapaan biasa yaitu kakz, dikz, kitorang, koi’, koitorang, mamayoo, efenkah, dan kata sapaan kasar yaitu ko’i, brengsek, ta’ibabi, cukimaisee, cukardelengsee. Ketiga, pergeseran bentuk kata sapaan ditinjau dari ranah kerja yaitu kata sapaan hormat meliputi kepala distrik dan kepala kampung. Keempat, faktor yang mempengaruhi bergesernyaa kata sapaan tersebut yaitu (a) adanya urbanisasi dan transmigrasi (b) pengaruh bahada daerah luar: Bugis, Makassar, Batak, Jawa, Manado, dan lain-lain (c) perkawinan silang dan (d) kemajuan ilmu pengetahuan dan dan teknologi.
Copyrights © 2024