Jurnal Kajian Islam Interdisipliner
Vol. 9 No. 1 (2024)

Konotasi Makna Libas dalam Pernikahan: Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Q.S al-Baqarah [2]:187

Hakim, Moh. Arif Rakman (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Jul 2024

Abstract

Di Indonesia sering dijumpai bahasa-bahasa kiasan, seperti kata libās dalam Q.S al-Baqarah [2]:187 yang sering digunakan oleh para pendakwah ketika menyampaikan mauizahnya pada acara pernikahan. Tujuan tulisan ini adalah untuk menjelaskan makna libas dalam Q.S al-Baqarah [2]: 187, yang mana kandungan dalam surah tersebut sering digunakan para pendakwah ketika acara resepsi pernikahan sebagai basis argumen mereka ketika menyampaikan mauizahnya. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif-analisis dengan menggunakan teori semiotika yang ditawarkan oleh Roland Barthes mengenai konsep mitologinya. Hasilnya, bahwa kata libās yang terdapat pada Q.S Al-Baqarah ayat 187 secara denotasi memiliki makna pakaian yang berfungsi untuk melindungi dan menutupi anggota badan layaknya sebuah pakaian. Kemudian, makna konotasi atau mitologinya kata tersebut mengandung pesan yang ditujukan kepada suami istri untuk memiliki sikap kesalingan kepada pasangannya. Ketersalingan untuk saling menasihati, memberikan ketenangan dan saling menghiasi dalam kehidupan rumah tangga. Hal yang demikian merupakan salah satu aspek untuk mewujudkan kehidupan rumah tangga yang harmonis. [ In Indonesia, figurative language is often found, such as the word libās in Q.S al-Baqarah [2]:187 which is often used by preachers when delivering mauizah at weddings. The purpose of this paper is to explain the meaning of libās in Q.S al-Baqarah [2]: 187, which is often used by preachers during wedding receptions as the basis of their arguments when delivering their mauizah. This paper uses a descriptive-analytical method using the semiotic theory offered by Roland Barthes regarding the concept of mythology. The result is that the word libas found in Q.S Al-Baqarah verse 187 denotatively has the meaning of clothing that serves to protect and cover the limbs like a garment. Then, the connotation or mythological meaning of the word contains a message addressed to husbands and wives to have an attitude of submission to their partners. Submission to advise each other, provide peace and adorn each other in domestic life. This is one aspect of realising a harmonious home life.]

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

jkii

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Social Sciences

Description

Jurnal Kajian Islam Interdisipliner welcomes original research for manuscripts with various theoretical perspectives and methodological approaches. It invites researchers and scholars of all backgrounds related to Islamic studies to contribute their research covering all aspects of Islam and the ...