Latar Belakang : Era JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) telah mengubah 180 derajat wajah pelayanan kefarmasian di Indonesia. Perubahan tersebut, menempatkan apoteker praktik klinis sebagai tenaga kesehatan yang berperan dalam upaya kendali mutu dan kendali biaya terhadap pelayanan kesehatan pasien. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pentingnya tindakan yang dilakukan apoteker pada resep obat pasien JKN rawat jalan di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Obyek penelitian ini adalah resep pasien JKN rawat jalan di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan periode januari – juni 2022. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2.084 lembar resep yang dilakukan telaah dan tindakan oleh apoteker, dengan rata - rata resep yang dilakukan tindakan setiap bulannya sebanyak 347 lembar resep. Jenis tindakan yang paling banyak dilakukan adalah obat tidak diberikan karena tidak sesuai tanggal. Ini terjadi karena pasien datang sebelum tanggal yang seharusnya untuk mendapatkan obat, sementara BPJS Kesehatan mengatur bahwa pasien kronis mendapatkan obat untuk 30 hari kedepan. Kesimpulan : Telaah resep dan tindakan yang dilakukan oleh apoteker pada resep pasien JKN rawat jalan sangat penting dilakukan untuk mengurangi resiko kesalahan pemberian obat, resiko klinis, serta resiko manajerial dan finansial.
Copyrights © 2024