DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH
Vol 13 No 2 (2023): dwijenAGRO

PENGARUH SUBSISTEM PENYEDIAAN SARANA PRODUKSI DAN USAHATANI TERHADAP PRODUKTIVITAS SEMANGKA (Citrullus Vulgaris Schard) DI SUBAK TEGES ULU, DESA BATUAN KALER, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR.

I Nengah Surata Adnyana (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Nov 2023

Abstract

Buah semangka banyak diminati oleh masyarakat luas baik dari kalangan masyarakat menengah keatas maupun masyarakat bawah karena banyak mengandung vitamin A, C dan antioksidan yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Jumlah Populasi dalam penelitian sebanyak 67 petani. Sampel yang diambil sebanyak 12 orang petani, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pengaruh subsistem penyediaan sarana produksi pertanian semangka di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar; (2) menganalisis pengaruh subsistem usahatani petani semangka di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar; dan (3) menganalisis produktivitas hasil petani semangka di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian menghasilkan (1) pengaruh subsistem penyediaan sarana produksi pertanian semangka yang terdiri dari ketersediaan benih semangka, pupuk urea, pupuk NPK pupuk ZA, pupuk organik, pestisida, cultivator, gembor, handsprayer, pestisida kimia, pestisida organik, dan mulsa rata-rata mendapatkan nilai pencapaian skor 2,78 (55,69%) dengan kategori yang sedang. (2) pengaruh subsistem usahatani petani semangka yang terdiri dari variabel persiapan lahan, pembiibitan, penanaman, pengairan, penjarangan, pembalikan buah, pemupukan, pengendalian gulma serta pengendalian OPT secara rutin termasuk kategori yang sedang dengan nilai rata-rata pencapaian skor 2,91 (58,39%). (3) produktivitas hasil petani semangka rata-rata memperoleh hasil 12.032 kg/ha yang termasuk dengan kategori yang masih rendah.Saran yang dapat diberikan yaitu sebelum melakukan usahatani semangka hendaknya petani terlebih dahulu menyediakan sarana produksi pupuk urea, NPK, ZA, pupuk organik dan alat olah tanah cultivator. Dalam pengendalian gulma dan pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) diharapkan menekankan penggunaan pestisida organik terlebih dahulu untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

dwijenagro

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance Social Sciences

Description

Jurnal dwijenAGRO memuat ringkasan hasil penelitian, ulasan (review) mengenai perkembangan topik teoritik Ilmu Pertanian (Agribisnis) dan artikel ilmiah. Jurnal diterbitkan secara berkala (Mei & November) oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas ...