Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIFITAS SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2:1 DENGAN SISTEM TEGEL TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH DI SUBAK BABAKAN CANGI, DESA BATUAN KALER, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR I Nengah Surata Adnyana
dwijenAGRO Vol 10 No 2 (2020): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/dwijenagro.10.2.1037.127-133

Abstract

Komoditi tanaman pangan seperti beras merupakan kebutuhan pokok bagi sebagian besar penduduk Negara Indonesia sehari-hari, sehingga keberadaannya perlu mendapatkan perhatian lebih didalam melakukan proses usahatani berupa penerapan teknologi budidaya yang baik dan benar. Salah satu teknologi yang selama ini dikembangkan adalah sistem penanaman jajar legowo 2:1. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui pertumbuhan dan tingkat efektivitas sistem tanam jajar legowo 2:1 terhadap produktivitas hasil tanamam padi. (2) Mengetahui kendala didalam pelaksanaan penerapan sistem tanam jajar legowo 2:1 yang ada di Subak Babakan Cangi, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 60 orang petani dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 27 orang. Pengambilan sampel secara “sensus” dan secara “simple random sampling”. Pengambilan sampel secara sensus adalah petani yang menerapkan sistem tanam jajar legowo 2:1 (jarak tanam 25 X 12,5 X 50 cm) sebanyak 12 orang petani. Sedangkan pengambilan sampel secara “simple random sampling“ dilakukan pada petani yang menanam sistem tegel (25 X 25 cm) pada musim tanam juni 2020 sebanyak 15 orang yang diambil dari 25% dari jumlah populasi yang ada. Hasil penelitian menunjukan (1) Pertumbuhan tanaman padi seperti tinggi tanaman, jumlah anakan/rumpun, panjang malai, gabah isi/malai, gabah hampa/malai mendapatkan hasil lebih baik daripada sistem tegel, serta produktivitas penanaman sistem jajar legowo 2:1 mendapatkan hasil yang lebih efekktife jika dibandingkan menanam sistem tegel. Dimana sistem jajar legowo 2:1 mendapatkan hasil rata-rata 7.52 ton/ha GKP lebih tinggi sebesar 1,32 ton/ha (atau meningkat sebesar 21,29%) jika dibandingkan dengan penanaman sistem tegel yang mendapatkan rata-rata hasil 6,20 ton/ha. (2) Permasalahan yang terjadi dilapangan dalam pelaksanaan sistem tanam jajar legowo 2:1 yaitu: mahalnya biaya penanaman, kebanyakan petani penggarap, petani kebanyakan menjual hasil panennya ke penebas. Saran yang dapat diberikan yaitu: perlu melakukan pengembangan penanaman dengan sistem jajar legowo 2:1 secara luas, peran pemerintah untuk mensosialisasikan, kombinasi penerapan dengan padi hibrida, pemanenan dilakukan secara mandiri, pengembangan kelompok panen dan mengadakan sekolah lapang dengan sistem agribisnis.
PENGARUH SUBSISTEM PENYEDIAAN SARANA PRODUKSI DAN USAHATANI TERHADAP PRODUKTIVITAS SEMANGKA (Citrullus Vulgaris Schard) DI SUBAK TEGES ULU, DESA BATUAN KALER, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR. I Nengah Surata Adnyana
dwijenAGRO Vol 13 No 2 (2023): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah semangka banyak diminati oleh masyarakat luas baik dari kalangan masyarakat menengah keatas maupun masyarakat bawah karena banyak mengandung vitamin A, C dan antioksidan yang tinggi. Penelitian dilaksanakan di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Jumlah Populasi dalam penelitian sebanyak 67 petani. Sampel yang diambil sebanyak 12 orang petani, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pengaruh subsistem penyediaan sarana produksi pertanian semangka di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar; (2) menganalisis pengaruh subsistem usahatani petani semangka di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar; dan (3) menganalisis produktivitas hasil petani semangka di Subak Teges Ulu, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Hasil penelitian menghasilkan (1) pengaruh subsistem penyediaan sarana produksi pertanian semangka yang terdiri dari ketersediaan benih semangka, pupuk urea, pupuk NPK pupuk ZA, pupuk organik, pestisida, cultivator, gembor, handsprayer, pestisida kimia, pestisida organik, dan mulsa rata-rata mendapatkan nilai pencapaian skor 2,78 (55,69%) dengan kategori yang sedang. (2) pengaruh subsistem usahatani petani semangka yang terdiri dari variabel persiapan lahan, pembiibitan, penanaman, pengairan, penjarangan, pembalikan buah, pemupukan, pengendalian gulma serta pengendalian OPT secara rutin termasuk kategori yang sedang dengan nilai rata-rata pencapaian skor 2,91 (58,39%). (3) produktivitas hasil petani semangka rata-rata memperoleh hasil 12.032 kg/ha yang termasuk dengan kategori yang masih rendah.Saran yang dapat diberikan yaitu sebelum melakukan usahatani semangka hendaknya petani terlebih dahulu menyediakan sarana produksi pupuk urea, NPK, ZA, pupuk organik dan alat olah tanah cultivator. Dalam pengendalian gulma dan pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) diharapkan menekankan penggunaan pestisida organik terlebih dahulu untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan lingkungan.
AGRIBISNIS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum.L) DISUBAK CELUK, DESA MEDAHAN, KECAMATAN BLAHBATUH, KABUPATEN GIANYAR I Nengah Surata Adnyana
dwijenAGRO Vol 14 No 1 (2024): dwijenAGRO
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalangan rumah tangga sangat tahu betul fungsi serta kegunaan komoditi hortikultura seperti bawang merah. Bawang merah (Allium ascalonicum.L) sering digunakan dalam skala yang kecil untuk bumbu dapur, demikian juga sebaliknya skala besar bisa diekspor kemanca negara. Ketersediaannya pada musim hujan sering terjadi gagal panen ditingkat petani sehingga sering terjadi kelangkaan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis subsistem sarana produksi terhadap produktivitas bawang merah di Subak Celuk, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar; (2) Menganalisis subsistem usahatani terhadap produktivitas bawang merah di Subak Celuk, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar’ (3) Menganalisis produktivitas bawang merah di Subak Celuk, Desa Medahan Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Tempat penelitian ini di Subak Celuk, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja). Jumlah populasi petani yang menanam bawang merah sebanyak 12 orang, semua populasi dijadikan sampel sebanyak 12 orang petani responden yang diambil secara sensus. Selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) peranan subsistem sarana produksi terhadap produktivitas bawang merah yang terdiri dari ketersediaan benih, pupuk organik, kapur pertanian, pupuk sisntetis, pestisida, cultivator dan mulsa plastik memperoleh nilai pencapaian skor 2.98 (59.76 %) dengan kategori yang sedang. (2) peranan subsistem usahatani terhadap produktivitas bawang merah yang meliputi: pemilihan lokasi tanam, pembersihan lahan, waktu tanam, persiapan bibit, pengolahan lahan, pemakaian mulsa plastik, jarak tanam, cara tanam benih, pemupukan dasar, pemupukan lanjutan, dan pemeliharaan termasuk dengan kategori yang masih rendah dengan nilai rata-rata pencapaian skor 2.45 (49.20 %) (3) hasil produktivitas bawang merah termasuk kategori yang masih rendah dengan rata-rata hasil 9.991 kg/ha. Saran yang dapat diberikan adalah sebelum melakukan usahatani bawang merah hal yang perlu dipersiapkan adalah ketersedian pupuk organik, cultivator untuk mengolah tanah serta mulsa plastik hitam perak. Pelaksanaan usahatni yang perlu diperbaiki waktu tanam bawang merah, penyimpanan bibit, pemakaian mulsa plastik, pemebrian pupuk kandang dan penyiangan yang berkala.