Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang signifikan berpengaruh terhadap persentase kasus bayi lahir dengan berat badan rendah di Sulawesi Selatan dengan menggunakan model regresi. Model regresi yang digunakan adalah model regresi klasik, dan model regresi spasial, yaitu model Spatial Autoregressive (SAR) dan model Spatial Error (SEM). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data persentase kasus bayi lahir dengan berat badan rendah di 24 kab/kota provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 sebagai variabel respon, sementara variabel prediktor adalah persentase ibu hamil yang mengalami komplikasi kehamilan, persentase ibu hamil yang melakukan pemeriksaan rutin, dan persentase ibu hamil yang mengkonsumsi tablet tambah darah. Data ini diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil penerapan model regresi diperoleh bahwa tidak ada dependensi spasial antar wilayah baik dalam lag maupun errornya, sehingga model regresi klasik merupakan model terbaik pada persentase kasus bayi lahir dengan berat badan rendah di Provinsi Sulawesi Selatan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 30%. Adapun faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap persentase kasus bayi lahir dengan berat badan rendah berdasarkan model regresi klasik adalah persentase ibu hamil yang melakukan pemeriksaan rutin, dan persentase ibu hamil yang mengkonsumsi tablet tambah darah.
Copyrights © 2024