Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan ditujukan kepada berbagai kelompok, termasuk wiraswasta, mahasiswa, dan pelajar. Topik utama yang akan dibahas adalah pentingnya memiliki keahlian keuangan, terutama dalam konteks pencapaian Indonesia Emas tahun 2045. Pemerintah menargetkan pendapatan per kapita Indonesia mencapai 30.300 dolar AS (sekitar Rp 453 juta) per tahun pada 2045. Surplus pendapatan ini perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan pengetahuan keuangan agar masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan kembali prinsip-prinsip Kristiani dalam dunia kerja dan kewirausahaan, seperti nilai kejujuran dan integritas. Literasi keuangan mencakup pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan. Kesadaran mengenai hal ini memiliki dampak jangka panjang yang mampu menjaga kestabilan, keamanan, dan kesejahteraan kondisi keuangan. Literasi keuangan tidak hanya penting bagi individu, tetapi juga berperan dalam kemajuan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, salah satu tanda kemajuan sebuah negara adalah tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan. Manajemen keuangan meliputi perencanaan strategis, pengaturan, pengarahan, dan pengawasan kegiatan keuangan dalam sebuah organisasi atau institusi. Ini juga mencakup penerapan prinsip-prinsip manajemen pada aset keuangan organisasi dan berperan penting dalam pengelolaan fiskal. Beberapa tujuan utamanya adalah: memastikan organisasi memiliki dana yang cukup, memberikan pengembalian yang baik kepada pemegang saham, menggunakan dana secara optimal dan efisien, serta menciptakan peluang investasi yang aman dan menguntungkan
Copyrights © 2024